Rabu, 26 Oktober 2016



Child Pearls

In 1997,There a simple house occupied by the family Mr.Afrizal and his wife was old pregnant. In home Mr.Afrizal so many a tress as if the tress become guard their tetapi karena angin berhembus mengakibatkan dedaunan di pohon tersebut bersuka ria jatuh alhasil mengotori rumah mereka sehingga buk syabariani membersihkan halaman di rumahnya ya bisa dibilang itu menjadi rutinitas buk syabariani di setiap sore karena memang beliau adalah seorang yang sangat menjaga atas kebersihan walaupun tengah hamil tua ia tetap saja tidak ada alasan untuk  bermalas-malasan. Beliau pun mengambil sapu lidi dan mulai menyapu daun demi daun yang berserakan mengotori halaman rumahnya. Tak lama memegang sapu lidi ia merasakan nyeri di perut dan langsung memegang perutnya semakin sakit dirasakannya ia pun mulai memanggil suaminya yang sedang tertidur pulas karena kelelahan mencari nafkah. Ia pun menghempaskan begitu saja sapu lidi yang ditangannya dan berjalan pelan kearah rumah untuk memberitahu suaminya kalau perutnya sakit yang begitu hebat dan tidak bisa ditahankannya lagi buk syabariani semakin keras memanggil nama suaminya tersebut.
‘’Afrizal,afrizal……...”Teriaknya membangunkan suaminnya
‘’iya buk, ada apa buk?” sambil berlari dari tempat tidur untuk melihat kondisi istrinya yang teriak kesakitan.
‘’perutku sakit sekali, kayaknya udah mau keluar cepat panggilkan bidan pak” teriak istrinya
Pak afrizal pun membaringkan istrinya di tempat tidur dan ia pergi mencari bidan yang ada di dekat rumahnya itu, Dan akhirnya yang dinanti-nanti sepasang suami istri pun tiba didunia.
“Terima kasih ya Allah,titipanMu ini akan ku jaga”Suara pak afrizal yang teriak bahagia dan berlinang air mata.
Dan pak afrizal pun bertrimakasih sambil memeluk hangat istrinya yang sedang terbaring lemas,betapa bahagianya mereka karena sudah ada suara bayi melengkapi rumah mereka yang sederhana dan karunia Tuhan itu pun mereka beri nama Riska Yuliana
Pak Afrizal pun selalu mengendong seakan tak mau ia jauh
 “Makan apa kukasih putri ku ini, aku tidak punya uang sepeserpun”terlintas fikiran di benaknya”Ya Allah kasihan kali putriku ini’’ Ya memang pada tahun ini dunia lagi terjadi krisis moneter.
Tahun demi tahun berlalu pak Afrizal pun dikaruniai putra yang diberi nama Dafia Julika Iqsyam, lengkaplah sudah kebahagiaan penghuni di rumah sederhana tersebut. Pada tahun 2003 tidak terasa putri sulung mereka sudah tumbuh menjadi putri yang cerdas, dan disekolahkan di SD 20 Pekanbaru saat kecil ia berkeinginan untuk menjadi seorang Polisi Wanita ,asal ditanya alasannya memilih cita cita itu karena polisi-polisi yang ia temui kelihatan cantik dan ia ingin menjadi polisi sehingga bisa menjadi cantik.
 Dan pada tahun 2009 Riska disekolahkan di SMPN 6 Pekanbaru saat SMP ia perempuan hobi bermain voli dan ia pernah mengikuti O2SN voli tetapi saat pertandingan terjadi insiden salah satu jari riska terkilir dan mengakibatkan sekolah mereka dalam pertandingan, kekalahan dan insiden itu membuat riska tidak lagi menyukai hobi yang dulu sangat ia gemari, Masa-masa SMPnya pun sudah dilaluinya selama 3 tahun dengan menjadi siswa teladan ia sama sekali tidak pernah malanggar peraturan di sekolah
“mau lanjut kemana kamu riska ?”Tanya mamanya
“Binggung nih ma, maunya ambil SMA Taruna, Tapi nanti rambut ika pendek ,belum siap’’Jawabnya penuh kebinggungan
‘’Jangan dululah punya pikiran sekolah disitu,mama juga gak ngasih kamu masuk kesitu”
“Yauda kalau gitu ika ambil sekolah farmasi ya ma, tapi biayanya agak mahal sih ma’’Dengan ragu ia memberitahu mamanya.
’Kalau mahal kali mama gak sanggup ka” Sahut dengan nada rendah seakan takut membuat  anaknya kecewa karena kesalahan orangtuanya ia tidak bisa bersekolah di tempat yang diinginkannya.
Riskapun menghela nafas‘’Yaudalah ma, besoklah ika cari sekolah yang murah”jawabnya dengan penuh kecewa ,tapi apa yang bisa diperbuatnya  tidak mungkin ia tega memaksakan keinginannya untuk bersekolah dengan biaya yang  tidak bisa dijangkau oleh keluarganya.
Riska dan ayahnya pun mulai melihat-lihat sekolah yang akan menjadi tempat perjuangan riska selanjutnya untuk mencapai cita-citanya tersebut. Setelah lama mencari dan  akhirnya riska memiih SMK untuk melanjutkan pendidikannya, merekapun pulang ke rumah untuk mendiskusikan kepada mamanya riska.
’Ma, ini ada SMK lumayan murah sih biaya sekolahnya”Sambil memberikan brosur.
“Yauda ka, yang mana yang kamu senangi saja, kan yang sekolah kamu,mama sama papa dukung kamu aja”Dukung mamanya karena takut untuk menolak lagi cita-cita putri sulungnya.
“Yauda kalau gitu besok ika daftar kesitu ya ma, ika ambil jurusan  Teknik Komputer Jaringan”Jawabnya dengan penuh semangat karena akhirnya mamanya pun mendukung keputusannya untuk bersekolah di SMK tersebut.
Dan ia sekarang  sudah  menjadi siswa SMK ,hari pertama masuk sekolah riska melakukan kegiatan  MOS yang sudah menjadi budaya untuk menyambut  siswa-siswi baru kegitan ini dijalaninya dengan penuh semangat, setelah kegiatan MOS selesai riska pun terjatuh sakit dan tidak bisa mengikuti pelajaran padahal itu adalah hari pertama dia memakai seragam baru dan teman-teman baru. Semakin hari bertambah parah kondisi riska tidak tahu apa penyebabnya, sehingga membuat orangtua nya khawatir dengan yang dialami putri sulungnya
“Pak bagaimana ini ika tambah parah” Sambil menanggis disamping
“Papa pun tidak tahu ma, kenapa anak kita bisa seperti ini”sautnya sambil berjalan kearah anaknya yang sedang terbaring tak berdaya
“Kaku kali badanya pa,asal dikasih makan selalu dimuntahkannya,cabutlah penyakitnya ini ya Allah, kasihan sekali anakku menderita seperti ini”sambil menanggis keras.
Orang tua mana yang tidak khawatir kalau anaknya setiap hari muntah tanpa memakan apapun,Dan mereka pun menanggis disamping anakNya karena tidak tahu  lagi dengan kondisi anaknya yang semakin parah.
“Ya Allah sakit kali, cabut ajalah nyawaku ya Allah, kasihan orang tua ku menanggis karena aku,mereka kesusahan mencari biaya untuk membawa aku kerumah sakit”ucapnya dalam hati dan meneteskan airmata
Akhirnya biaya mereka terkumpul dan membawa anaknya ke Klinik Misbah sesampainya di klinik riska didiagnisa penyakit ginjal tetapi mama riska tidak begitu percaya akan diagnisa oleh klinik ini  akhirnya riska di pindahkan ke Rumah sakit Umum, mamanya langsung nyuruh dokter untuk ronsen putri mereka, Setelah dironsen  ternyata riska mengalami pembengkakan usus dan harus dioperasi karena sudah terlalu bahaya
“Operasi dok,? Berapa lagi biayanya itu”Tanya mama riska penuh cemas.
“Semuanya biaya bisa ibu tanyakan kepada bidang administrasi “Jawab sopan dokter  yang telah memeriksa putrinya.
“Pa,anak kita harus dioperasi,pasti perlu biaya mahal ,dimana kita dapat duit”Teriak istrinya sambil menanggis
Dan pak Afrizal pun hanya bisa diam seribu bahasa, teriakan mama terdengar dan membuat riska meneteskan air mata karena baginya dia hanya benalu dikeluarganya.
Sambil menunggu terkumpulnya duit untuk operasi riska, riska di rawat inap di Rumah sakit umum selama 4 hari ia sudah mendingan dan siang hari ia diperiksa kembali oleh dokter
“Disini sakit?”Tanya dokter sambil menekan perut bahwa riska
“Enggak dok,”
“Kalau disini”Tanyanya lagi sambil menekan perut riska yang lainnya.
“Enggak dok”Jawabnya berbohong, padahal sewaktu dokter menekan perutnya dibagian itu ia merasa sakit sekali tapi ditahannya karena ia tidak ingin membuat orangtuanya pusing untuk membayar uang operasi yang begitu mahal.
Riska sudah mulai sembuh tanpa harus dioperasi hanya dengan obat-obatan yang diberikan rumah sakit dan obat yang paling manjur itu adalah Doa dari seorang Ibu, Ibu yang selalu menjaga dan menanggis melihat kondisi putrinya lemah tak berdaya. Dan akhirnya setelah melihat perubahan keadaan riska semakin membaik pihak rumah sakit menganjurkan ia untuk beristirahat di rumahnya saja, Orang tua riska sangat bahagia anaknya bisa melewati penyakit tanpa harus dioperasi.
Tahun demi tahun berlangsung dan pada tahun 2015 luluslah riska dari SMK tersebut dan kembali ia berniat untuk mengejar cita-cita sewaktu ia masih kecil yaitu menjadi POLWAN dan kali ini tidak tahu kenapa mamanya mendukung keputusan putrinya, Dengan semangatnya Ia mengumpulkan semua berkas-berkas mulai dari tes kesehatan,kartu keluarga, kartu berkelakuan baik tetapi ternyata semangatnya pun seketika hilang karena melihat persyaratan tinggi badan minimal 155 cm sedangkan ia hanya memiliki tinggi badan sekitar 152 cm.
Persyaratannya itu membuat ia kesal”Sial padahal sedikit lagi loh, yaampun”Sambil mencampakkan brosur itu.
And than, she was confused to choose where it will continue study again after hopes to become policewomen lost dan finally she asking  to her mother.












Chapter 2
Mamanya pun menyarakan untuk Melanjutkan studynya ke Universty of lancing kuning selain murah universitas lancing kuning juga sudah terakreditasi B, apalah daya dia adalah seorang anak yang penurut apapun yang disarankan ibunya itu menurutnya adalah yang terbaik sehingga dengan lapang dada dia melaksanakannya perkataannya, karena memang baginya saran mamanya adalah Ridho dan jalannya menuju kesuksesan di masa depan.
“Tapi Riska ambil jurusan Hukum ya ma, soalnya itu jurusan bisa juga sebagai batu loncatan kalau suatu saat berkeinginan untuk jadi POLWAN lagi”Tanya riska minta restu mamanya.
Tapi mamanya lagi lagi tidak setuju kalau putrinya menjadi POLWAN karena baginya pekerjaan bagus untuk perempuan yang berkarir adalah menjadi seorang guru, karena guru hanya setengah hari bekerja setelah itu kelak bisa mengurus keluarganya dan bisa juga mengajar dan mendidik anak-anaknya menjadi anak yang cerdas dan beretika, dan pupuslah sudah harapannya untuk menjadi POLWAN tapi tak mengapa baginya restu ibunya adalah pintu kesuksesan.
Akhirnya ia memutuskan untuk lanjut di Universitas Lancang Kuning dan mengambil Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris dengan harapan dengan semua ini dia bisa membahagiakan orangtuanya walaupun ini tak sesuai dengan keiinginannya.
Riska tercatat sebagai mahasiswa FKIP dan menjalankan hari-harinya dengan suasana baru, teman baru, pengajar yang baru dia sangat senang mendapatkan Dosen Pembimbing Pak Budihamuddin karena dia merasa pak Budi adalah sosok orang yang akan bisa membantunya dan memotivasi setiap anak didiknya.
Walaupun ruang lingkup yang baru Ia tidak merasa minder atau asing karena ia adalah orang yang friendly sehingga baru terhitung hari dia sudah dapat teman yang sangat banyak, terlebihi memang dia adalah orang yang sangat baik dan care pada temannya sehingga tidak heran kalau sangat mudah dia mengakrabkan diri dan banyak yang menyenanginya.
Kuliah pun berakhir dan riska langsung pulang kerumahnya, sesampainya dirumah Ia langsung menemui mamanya yang sedang menonton
“Mama”Panggilnya dengan lembut
“Eh, udah pulang kamu ka, gimana kuliahnya dan gimana udah punya teman baru”saut mamanya
“Capek ma,banyak banget tugas tapi riska udah punya banyak teman,mereka semua ramah-ramah”
“Udah mama duga, karena kamu orangnya cepat akrab”Ucap mamanya tak heran lagi dengan anaknya yang memang mudah bergaul dengan lingkungan yang baru

Riska is a filial soon to parents, ini terbukti karena ia tidak lagi merepotkan orang tuannya karena ia sudah menjadi pembisnis online shop dan bisnisnya ini sangat baru dia jalani tetapi langsung laris karena ini semua karena memang dia adalah anak yang penurut sehingga rezekinya di perluas Allah.
Alasan dia untuk menjalankan bisnis online shop supaya ia tidak memberatkan kondisi orangtuanya,dan supaya yang dia inginkan bisa dibeli dengan hasil keringatnya sendiri  cukuplah yang kemarin itu sewaktu ia masuk rumah sakit orangtuannya habis banyak hanya untuk kesembuhannya.
Sungguh sangat berbakti Ia menjadi seorang putri dan orangtuanya pun sangat bangga memiliki anak yang bisa mancari uang sendiri tanpa mengabaikan sekolahnya.
Walaupun baru memulai bisnisnya tapi Ia sudah bisa membeli barang-barang dari hasil keringatnya sendiri, such as: Iphone, tas mahal, Cincin mas, dan sofa.
Dan pada saat pembayan spp sebanyak 3.000.000  untuk semester 2 mama dan papa riska kewalahan karena uang yang mereka punya tidak mencapai 3.000.000.
“Pa ini bagaimana bayar uang kuliahnya riska, uang yang mama pegang Cuma 2.000.000” Tanya mama kepada papa yang baru saja selesai mandi
“Gak tau papa ma, papa juga tidak megang uang, kan semua gaji papa setor ke mama”Jawabnya kebingunggan
“Aduh,kemana kita pinjam duit 1.000.000 pa?”
Mama jangan khawatirlah, Allah pasti kasih jalan”
Tiba-tiba pintu kamar mereka terbuka dan ternyata riska mendengar pembicaraan orangtuanya yang sedang pusing memikirkan biaya untuk kuliahnya, dan riska mulai menghampiri kedua orangtuannya tersebut.


“Ma,pa kalian gak usah khawatir, riska punya sedikit tabungan kok untuk menambahkannya”Jawabnya sambil tersenyum. “Berapa yang kalian perlu ma ?”
“Gausa ka,itu kan kamu tabung untuk keperluan kamu, inikan udah tanggung jawab mama sama papa” ujar mamanya menolak
“Tapi ini kan juga keperluan ika ma”jawabnya lagi mamanya yang bersikeras menolak uang penghasilannya
“Yauda deh, 1.000.000 lagi ka, tapi nanti kalau ada duitnya mama balikin ke kamu ya nak”
“Serah mama deh, ika ambil dulu duitnya ya” sambil beranjak dari kamar orangtuannya
“Papa bangga kali punya anak seperti riska”Ucap papa yang memecahkan lamunan istrinya
“Mama juga bahagia kali Allah memberikan putri seperti Riska, tapi mama malu karena ini kan tanggung jawab kita pa, tapi jadi dia yang bayar sisanya”jawab mamanya dengan mata berkaca-kaca.
“Ini ma duitnya,1.000.000 kan?”Saut riska kembali kekamar menghampiri kedua orangtuannya.
“Terima kasih ya nak,besok papa ganti”Jawab papanya
“Hahah….Ya Allah apalah papa ini sama anak sendiri pun ngomongnya gitu , riska gak mau lihat kalian pusing,stress mikirin biaya riska ini, cukuplah yang waktu riska sakit itu kalian kesusahan,kalian stress”Jawabnya sambil meneteskan air mata.
Mama pun langsung memeluk erat anaknya sambil ikut menanggis “Namanya juga kamu anak kami, apapun ya kami lakukan untuk kesembuhan kamu, kami rela luntang-lanting demi kebahagiaan kamu”kata mamanya menambah kesedihan hati riska

“Yaudalah jangan lagi bersedih, yang penting nak kau jadilah anak yang kami harapkan  jadilah apa yang kami ingini ka kesuksesan kamu Cuma itu yang dapat membuat kami bahagia”Ucap papanya memecahkan suasana haru mereka
“Maaafin riska kalau ada salah ya ma pa, riska bakalan janji jadi anak yang seperti kalian ingini,riska sayang kalian”sahutnya sambil menarik papanya untuk mendekatkan mereka bertiga di tempat tidur.
Dan mereka pun bertiga menanggis sambil saling memeluk,mama riska tak henti-hentinya mencium anaknya karena memang riska adalah putri yang sangat berbakti, ia selalu mengikuti setiap perkataan mamanya walaupun itu bertentangan sama hatinya”
Dari bisnisnya itu dia bisa membayar setengah dari SPPnya, orang tua siapa yang tidak bangga kalau anaknya bisa membantu sendiri uang sekolahnya.
Riska adalah putri yang sangat disayangi oleh ayahnya karena ia merupakan anak yang sangat berbakti,



Tidak ada komentar:

Posting Komentar