Child Pearls
In
1997,There a simple house occupied by the family Mr.Afrizal and his wife was
old pregnant. In home Mr.Afrizal so many a tress as if the tress become guard
their tetapi karena angin berhembus mengakibatkan dedaunan di pohon tersebut
bersuka ria jatuh alhasil mengotori rumah mereka sehingga buk syabariani
membersihkan halaman di rumahnya ya bisa dibilang itu menjadi rutinitas buk
syabariani di setiap sore karena memang beliau adalah seorang yang sangat
menjaga atas kebersihan walaupun tengah hamil tua ia tetap saja tidak ada
alasan untuk bermalas-malasan. Beliau
pun mengambil sapu lidi dan mulai menyapu daun demi daun yang berserakan
mengotori halaman rumahnya. Tak lama memegang sapu lidi ia merasakan nyeri di
perut dan langsung memegang perutnya semakin sakit dirasakannya ia pun mulai
memanggil suaminya yang sedang tertidur pulas karena kelelahan mencari nafkah.
Ia pun menghempaskan begitu saja sapu lidi yang ditangannya dan berjalan pelan
kearah rumah untuk memberitahu suaminya kalau perutnya sakit yang begitu hebat
dan tidak bisa ditahankannya lagi buk syabariani semakin keras memanggil nama
suaminya tersebut.
‘’Afrizal,afrizal……...”Teriaknya
membangunkan suaminnya
‘’iya
buk, ada apa buk?” sambil berlari dari
tempat tidur untuk melihat kondisi istrinya yang teriak kesakitan.
‘’perutku
sakit sekali, kayaknya udah mau keluar cepat panggilkan bidan pak”
teriak istrinya
Pak afrizal pun
membaringkan istrinya di tempat tidur dan ia pergi mencari bidan yang ada di
dekat rumahnya itu, Dan akhirnya yang dinanti-nanti sepasang suami istri pun tiba
didunia.
“Terima
kasih ya Allah,titipanMu ini akan ku jaga”Suara
pak afrizal yang teriak bahagia dan berlinang air mata.
Dan pak afrizal
pun bertrimakasih sambil memeluk hangat istrinya yang sedang terbaring
lemas,betapa bahagianya mereka karena sudah ada suara bayi melengkapi rumah
mereka yang sederhana dan karunia Tuhan itu pun mereka beri nama Riska Yuliana
Pak Afrizal pun
selalu mengendong seakan tak mau ia jauh
“Makan
apa kukasih putri ku ini, aku tidak punya uang sepeserpun”terlintas fikiran
di benaknya”Ya Allah kasihan kali putriku
ini’’ Ya memang pada tahun ini dunia lagi terjadi krisis moneter.
Tahun demi tahun
berlalu pak Afrizal pun dikaruniai putra yang diberi nama Dafia Julika Iqsyam,
lengkaplah sudah kebahagiaan penghuni di rumah sederhana tersebut. Pada tahun
2003 tidak terasa putri sulung mereka sudah tumbuh menjadi putri yang cerdas,
dan disekolahkan di SD 20 Pekanbaru saat kecil ia berkeinginan untuk menjadi
seorang Polisi Wanita ,asal ditanya alasannya memilih cita cita itu karena
polisi-polisi yang ia temui kelihatan cantik dan ia ingin menjadi polisi
sehingga bisa menjadi cantik.
Dan pada tahun 2009 Riska disekolahkan di SMPN
6 Pekanbaru saat SMP ia perempuan hobi bermain voli dan ia pernah mengikuti
O2SN voli tetapi saat pertandingan terjadi insiden salah satu jari riska
terkilir dan mengakibatkan sekolah mereka dalam pertandingan, kekalahan dan
insiden itu membuat riska tidak lagi menyukai hobi yang dulu sangat ia gemari,
Masa-masa SMPnya pun sudah dilaluinya selama 3 tahun dengan menjadi siswa
teladan ia sama sekali tidak pernah malanggar peraturan di sekolah
“mau
lanjut kemana kamu riska ?”Tanya mamanya
“Binggung
nih ma, maunya ambil SMA Taruna, Tapi nanti rambut ika pendek ,belum siap’’Jawabnya
penuh kebinggungan
‘’Jangan
dululah punya pikiran sekolah disitu,mama juga gak ngasih kamu masuk kesitu”
“Yauda
kalau gitu ika ambil sekolah farmasi ya ma, tapi biayanya agak mahal sih ma’’Dengan
ragu ia memberitahu mamanya.
‘’Kalau mahal kali mama gak sanggup ka”
Sahut dengan nada rendah seakan takut membuat
anaknya kecewa karena kesalahan orangtuanya ia tidak bisa bersekolah di
tempat yang diinginkannya.
Riskapun
menghela nafas‘’Yaudalah ma, besoklah ika
cari sekolah yang murah”jawabnya dengan penuh kecewa ,tapi apa yang bisa
diperbuatnya tidak mungkin ia tega
memaksakan keinginannya untuk bersekolah dengan biaya yang tidak bisa dijangkau oleh keluarganya.
Riska dan
ayahnya pun mulai melihat-lihat sekolah yang akan menjadi tempat perjuangan
riska selanjutnya untuk mencapai cita-citanya tersebut. Setelah lama mencari
dan akhirnya riska memiih SMK untuk
melanjutkan pendidikannya, merekapun pulang ke rumah untuk mendiskusikan kepada
mamanya riska.
‘’Ma, ini ada SMK lumayan murah sih biaya
sekolahnya”Sambil memberikan brosur.
“Yauda
ka, yang mana yang kamu senangi saja, kan yang sekolah kamu,mama sama papa
dukung kamu aja”Dukung mamanya karena takut untuk
menolak lagi cita-cita putri sulungnya.
“Yauda
kalau gitu besok ika daftar kesitu ya ma, ika ambil jurusan Teknik Komputer Jaringan”Jawabnya
dengan penuh semangat karena akhirnya mamanya pun mendukung keputusannya untuk
bersekolah di SMK tersebut.
Dan ia
sekarang sudah menjadi siswa SMK ,hari pertama masuk sekolah
riska melakukan kegiatan MOS yang sudah
menjadi budaya untuk menyambut siswa-siswi
baru kegitan ini dijalaninya dengan penuh semangat, setelah kegiatan MOS
selesai riska pun terjatuh sakit dan tidak bisa mengikuti pelajaran padahal itu
adalah hari pertama dia memakai seragam baru dan teman-teman baru. Semakin hari
bertambah parah kondisi riska tidak tahu apa penyebabnya, sehingga membuat
orangtua nya khawatir dengan yang dialami putri sulungnya
“Pak bagaimana
ini ika tambah parah” Sambil menanggis disamping
“Papa pun tidak
tahu ma, kenapa anak kita bisa seperti ini”sautnya sambil berjalan kearah
anaknya yang sedang terbaring tak berdaya
“Kaku kali
badanya pa,asal dikasih makan selalu dimuntahkannya,cabutlah penyakitnya ini ya
Allah, kasihan sekali anakku menderita seperti ini”sambil menanggis keras.
Orang tua mana
yang tidak khawatir kalau anaknya setiap hari muntah tanpa memakan apapun,Dan
mereka pun menanggis disamping anakNya karena tidak tahu lagi dengan kondisi anaknya yang semakin
parah.
“Ya Allah sakit
kali, cabut ajalah nyawaku ya Allah, kasihan orang tua ku menanggis karena
aku,mereka kesusahan mencari biaya untuk membawa aku kerumah sakit”ucapnya
dalam hati dan meneteskan airmata
Akhirnya biaya
mereka terkumpul dan membawa anaknya ke Klinik Misbah sesampainya di klinik
riska didiagnisa penyakit ginjal tetapi mama riska tidak begitu percaya akan
diagnisa oleh klinik ini akhirnya riska
di pindahkan ke Rumah sakit Umum, mamanya langsung nyuruh dokter untuk ronsen
putri mereka, Setelah dironsen ternyata
riska mengalami pembengkakan usus dan harus dioperasi karena sudah terlalu
bahaya
“Operasi
dok,? Berapa lagi biayanya itu”Tanya mama riska
penuh cemas.
“Semuanya
biaya bisa ibu tanyakan kepada bidang administrasi “Jawab
sopan dokter yang telah memeriksa
putrinya.
“Pa,anak kita
harus dioperasi,pasti perlu biaya mahal ,dimana kita dapat duit”Teriak istrinya
sambil menanggis
Dan pak Afrizal
pun hanya bisa diam seribu bahasa, teriakan mama terdengar dan membuat riska
meneteskan air mata karena baginya dia hanya benalu dikeluarganya.
Sambil menunggu
terkumpulnya duit untuk operasi riska, riska di rawat inap di Rumah sakit umum
selama 4 hari ia sudah mendingan dan siang hari ia diperiksa kembali oleh
dokter
“Disini
sakit?”Tanya dokter sambil menekan perut bahwa riska
“Enggak dok,”
“Kalau
disini”Tanyanya lagi sambil menekan perut riska yang lainnya.
“Enggak
dok”Jawabnya berbohong, padahal sewaktu dokter menekan perutnya dibagian itu ia
merasa sakit sekali tapi ditahannya karena ia tidak ingin membuat orangtuanya
pusing untuk membayar uang operasi yang begitu mahal.
Riska sudah
mulai sembuh tanpa harus dioperasi hanya dengan obat-obatan yang diberikan
rumah sakit dan obat yang paling manjur itu adalah Doa dari seorang Ibu, Ibu
yang selalu menjaga dan menanggis melihat kondisi putrinya lemah tak berdaya.
Dan akhirnya setelah melihat perubahan keadaan riska semakin membaik pihak
rumah sakit menganjurkan ia untuk beristirahat di rumahnya saja, Orang tua
riska sangat bahagia anaknya bisa melewati penyakit tanpa harus dioperasi.
Tahun demi tahun
berlangsung dan pada tahun 2015 luluslah riska dari SMK tersebut dan kembali ia
berniat untuk mengejar cita-cita sewaktu ia masih kecil yaitu menjadi POLWAN
dan kali ini tidak tahu kenapa mamanya mendukung keputusan putrinya, Dengan
semangatnya Ia mengumpulkan semua berkas-berkas mulai dari tes kesehatan,kartu
keluarga, kartu berkelakuan baik tetapi ternyata semangatnya pun seketika
hilang karena melihat persyaratan tinggi badan minimal 155 cm sedangkan ia
hanya memiliki tinggi badan sekitar 152 cm.
Persyaratannya
itu membuat ia kesal”Sial padahal sedikit
lagi loh, yaampun”Sambil mencampakkan brosur itu.
And than, she
was confused to choose where it will continue study again after hopes to become
policewomen lost dan finally she asking
to her mother.
Chapter 2
Mamanya
pun menyarakan untuk Melanjutkan studynya ke Universty of lancing kuning selain
murah universitas lancing kuning juga sudah terakreditasi B, apalah daya dia
adalah seorang anak yang penurut apapun yang disarankan ibunya itu menurutnya
adalah yang terbaik sehingga dengan lapang dada dia melaksanakannya
perkataannya, karena memang baginya saran mamanya adalah Ridho dan jalannya menuju
kesuksesan di masa depan.
“Tapi Riska
ambil jurusan Hukum ya ma, soalnya itu jurusan bisa juga sebagai batu loncatan
kalau suatu saat berkeinginan untuk jadi POLWAN lagi”Tanya riska minta restu
mamanya.
Tapi mamanya
lagi lagi tidak setuju kalau putrinya menjadi POLWAN karena baginya pekerjaan
bagus untuk perempuan yang berkarir adalah menjadi seorang guru, karena guru
hanya setengah hari bekerja setelah itu kelak bisa mengurus keluarganya dan
bisa juga mengajar dan mendidik anak-anaknya menjadi anak yang cerdas dan
beretika, dan pupuslah sudah harapannya untuk menjadi POLWAN tapi tak mengapa
baginya restu ibunya adalah pintu kesuksesan.
Akhirnya ia
memutuskan untuk lanjut di Universitas Lancang Kuning dan mengambil Jurusan
Pendidikan Bahasa Inggris dengan harapan dengan semua ini dia bisa
membahagiakan orangtuanya walaupun ini tak sesuai dengan keiinginannya.
Riska tercatat
sebagai mahasiswa FKIP dan menjalankan hari-harinya dengan suasana baru, teman
baru, pengajar yang baru dia sangat senang mendapatkan Dosen Pembimbing Pak
Budihamuddin karena dia merasa pak Budi adalah sosok orang yang akan bisa
membantunya dan memotivasi setiap anak didiknya.
Walaupun ruang
lingkup yang baru Ia tidak merasa minder atau asing karena ia adalah orang yang
friendly sehingga baru terhitung hari dia sudah dapat teman yang sangat banyak,
terlebihi memang dia adalah orang yang sangat baik dan care pada temannya
sehingga tidak heran kalau sangat mudah dia mengakrabkan diri dan banyak yang
menyenanginya.
Kuliah pun
berakhir dan riska langsung pulang kerumahnya, sesampainya dirumah Ia langsung
menemui mamanya yang sedang menonton
“Mama”Panggilnya
dengan lembut
“Eh,
udah pulang kamu ka, gimana kuliahnya dan gimana udah punya teman baru”saut
mamanya
“Capek
ma,banyak banget tugas tapi riska udah punya banyak teman,mereka semua
ramah-ramah”
“Udah
mama duga, karena kamu orangnya cepat akrab”Ucap
mamanya tak heran lagi dengan anaknya yang memang mudah bergaul dengan
lingkungan yang baru
Riska is a
filial soon to parents, ini terbukti karena ia tidak lagi merepotkan orang
tuannya karena ia sudah menjadi pembisnis online shop dan bisnisnya ini sangat
baru dia jalani tetapi langsung laris karena ini semua karena memang dia adalah
anak yang penurut sehingga rezekinya di perluas Allah.
Alasan dia untuk
menjalankan bisnis online shop supaya ia tidak memberatkan kondisi orangtuanya,dan
supaya yang dia inginkan bisa dibeli dengan hasil keringatnya sendiri cukuplah yang kemarin itu sewaktu ia masuk
rumah sakit orangtuannya habis banyak hanya untuk kesembuhannya.
Sungguh sangat
berbakti Ia menjadi seorang putri dan orangtuanya pun sangat bangga memiliki
anak yang bisa mancari uang sendiri tanpa mengabaikan sekolahnya.
Walaupun baru
memulai bisnisnya tapi Ia sudah bisa membeli barang-barang dari hasil
keringatnya sendiri, such as: Iphone, tas mahal, Cincin mas, dan sofa.
Dan pada saat
pembayan spp sebanyak 3.000.000 untuk
semester 2 mama dan papa riska kewalahan karena uang yang mereka punya tidak
mencapai 3.000.000.
“Pa ini
bagaimana bayar uang kuliahnya riska, uang yang mama pegang Cuma 2.000.000”
Tanya mama kepada papa yang baru saja selesai mandi
“Gak tau papa
ma, papa juga tidak megang uang, kan semua gaji papa setor ke mama”Jawabnya
kebingunggan
“Aduh,kemana
kita pinjam duit 1.000.000 pa?”
Mama jangan
khawatirlah, Allah pasti kasih jalan”
Tiba-tiba pintu
kamar mereka terbuka dan ternyata riska mendengar pembicaraan orangtuanya yang
sedang pusing memikirkan biaya untuk kuliahnya, dan riska mulai menghampiri
kedua orangtuannya tersebut.
“Ma,pa kalian
gak usah khawatir, riska punya sedikit tabungan kok untuk
menambahkannya”Jawabnya sambil tersenyum. “Berapa yang kalian perlu ma ?”
“Gausa ka,itu
kan kamu tabung untuk keperluan kamu, inikan udah tanggung jawab mama sama
papa” ujar mamanya menolak
“Tapi ini kan
juga keperluan ika ma”jawabnya lagi mamanya yang bersikeras menolak uang
penghasilannya
“Yauda deh,
1.000.000 lagi ka, tapi nanti kalau ada duitnya mama balikin ke kamu ya nak”
“Serah mama deh,
ika ambil dulu duitnya ya” sambil beranjak dari kamar orangtuannya
“Papa bangga
kali punya anak seperti riska”Ucap papa yang memecahkan lamunan istrinya
“Mama juga
bahagia kali Allah memberikan putri seperti Riska, tapi mama malu karena ini
kan tanggung jawab kita pa, tapi jadi dia yang bayar sisanya”jawab mamanya
dengan mata berkaca-kaca.
“Ini ma
duitnya,1.000.000 kan?”Saut riska kembali kekamar menghampiri kedua
orangtuannya.
“Terima kasih ya
nak,besok papa ganti”Jawab papanya
“Hahah….Ya Allah
apalah papa ini sama anak sendiri pun ngomongnya gitu , riska gak mau lihat
kalian pusing,stress mikirin biaya riska ini, cukuplah yang waktu riska sakit
itu kalian kesusahan,kalian stress”Jawabnya sambil meneteskan air mata.
Mama pun
langsung memeluk erat anaknya sambil ikut menanggis “Namanya juga kamu anak
kami, apapun ya kami lakukan untuk kesembuhan kamu, kami rela luntang-lanting
demi kebahagiaan kamu”kata mamanya menambah kesedihan hati riska
“Yaudalah jangan
lagi bersedih, yang penting nak kau jadilah anak yang kami harapkan jadilah apa yang kami ingini ka kesuksesan
kamu Cuma itu yang dapat membuat kami bahagia”Ucap papanya memecahkan suasana
haru mereka
“Maaafin riska
kalau ada salah ya ma pa, riska bakalan janji jadi anak yang seperti kalian
ingini,riska sayang kalian”sahutnya sambil menarik papanya untuk mendekatkan
mereka bertiga di tempat tidur.
Dan mereka pun
bertiga menanggis sambil saling memeluk,mama riska tak henti-hentinya mencium
anaknya karena memang riska adalah putri yang sangat berbakti, ia selalu
mengikuti setiap perkataan mamanya walaupun itu bertentangan sama hatinya”
Dari bisnisnya
itu dia bisa membayar setengah dari SPPnya, orang tua siapa yang tidak bangga
kalau anaknya bisa membantu sendiri uang sekolahnya.
Riska adalah
putri yang sangat disayangi oleh ayahnya karena ia merupakan anak yang sangat
berbakti,