Minggu, 12 Juni 2016

LEKSIKOLOGI (PILIHAN DARI SEMUA LINGUISTIK)



Leksikologi
Menurut Dr. Ali Al-Qasimy, leksikologi adalah: 
"Leksikologi atau ilmu kosakata adalah ilmu yang membahas tentang kosakata dan maknanya dalam sebuah bahasa atau beberapa bahasa. Ilmu ini memperioritaskan kajiannya dalam hal derivasi kata, struktur kata, makna kosakata, idiom-idiom, sinonim dan polisemi."

Ali Al-Qasimy tidak membedakan antara istilah ilmu leksikologi (Ilm Al-M'ajim) dan ilmu kosakata (Ilm Al-Mufradat). Menurutnya, kajian kedua bidang studi tersebut adalah sama. Dengan kata lain, ilmu leksikologi merupakan perluasan dari ilmu mufradat yang bertujuan untuk menganalisis kosakata, memahami dan menafsirkan makna kata hingga ke tahap merumuskan makna kosakata yang baru dan fushah dan layak dimasukkan ke dalam kamus. Makna sebuah kata yang telah tercantum dalam kamus disebut dengan 'makna leksikon'. Sedangkan Leksikografi (Dirasah Mu'jamiyah) adalah pengetahuan dan seni menyusun kamus-kamus bahasa dengan menggunakan sistematika tertentu untuk menghasilkan produk kamus yang berkualitas, mudah dan lengkap.
          Secara teknis, Ali Al-Qasimy menjelaskan, bahwa leksikografi adalah ilmu yang membahas tentang lima langkah utama dalam menyusun sebuah kamus, yaitu:
1.     Mengumpulkan data (kosakata)
2.     Memilih pendekatan dan metode penyusunan kamus yang akan ditempuh
3.     Menyusun kata sesuai dengan sistematika tertentu
4.     Menulis materi, dan
5.     Mempublikasikan hasil kodifikasi bahasa atau kamus tersebut
Menurut Hilmy Khalil, Leksikologi adalah Ilm Al-Ma'ajim Al-Nadzari, yaitu:

“Kajian teoritis tentang makna leksikal dalam sebuah kamus yang bahassannya meliputi: karakteristik kosakata, komponennya, perkembangan maknanya dan lain sebagainya.”
Karena itu, leksikologi terkadang juga digolongkan sebagai bagian dari ilmu semantik (Ilm Al-Dilalah) karena memang topok kajian dari kedua bidang studi tersebut hampir sama. Hanya saja, cakupan leksikologi lebih terbatas pada perwajahan kamus dan hal-hal yang berhubungan dengan isi kandungan kamus. Sedangkan leksikografi (Ilm Al-Shina;ah Al-Mu'jamiyah) adalah bagian dari linguistik terapan (Ilm Al-Mughah Al-Tathbiqy) yang membahas tentang seni dan teknik menyusun kamus, pemilihan kata serapan (dakhil), penentian definisi kata, bahasan tentang kelengkapan komponen kamus, dan informasi lain yang fungsinya memberi pemahaman yang benar dan udah tentang makna kosakata kepada pengguna kamus, seperti pemakaian gambar, peta, tabel, contoh penggunaan kata dalam kalimat dan sebagainya, sehingga perwajahan (performance) kamus menjadi lengkap dan sempurna.


Antara leksikologi dan leksikografi tidak bisa dipisahkan. Leksikologi tanpa leksikografi, tidak akan menghasilkan sebuah produk kamus yang baik, benar dan mudah dimanfaatkan oleh para pengguna bahasa. Sebaliknya, leksikografi tanpa leksikologim juga hanya dapat melahirkan kamus-kamus yang tidak sempurna dalam mengungkap makna kosakata. Akan tetapi, ilmu leksikografi sebagai bagian dari linguistik terapan, lebih memerlukan hasil-hasil kajian atau penelitian dari ilmu leksikologi dalam upaya mewujudkan kamus yang baik, benar, lengkap dan memudahkan pembaca. Karena itu, istilah 'ilmu leksikologi' lebih umum daripada 'ilmu leksikografi'. Menyebut 'leksikologi' berarti berhubungan dan mencakup 'leksikografi'.

Munculnya pembedaan antara leksikologi dan leksikografi, tidak lepas dari pandangan para pakar linguistik yang telah membagi ilmu linguistik menjadi dua bagian, yaitu ilmu linguistik murni dan ilmu linnguistik terapan. Adanya pembagian ilmu linguistik ini, Jelas berpengaruh dalam memisahkan antara leksikologi dan leksikografi.
Dengan demikian, baik ilmu leksikologi maupun ilmu leksikografi, keduanya adalah bagian dari ilmu linguistik. leksikologi, sebagai studi pengembangan dari ilmu semantik, menjadi bagian dari ilmu linguistik teoritis (Ilm Al-Lughah Al-Nadzary). Sedangkan leksikografi, sebagai studi pengembangan dari leksikologi, menjadi bagian dari linguistik terapan (Ilm Al-Lughah Al-Tathbiqy).

Linguistik, sebagai ilmu pengetahuan memerlukan teori-teori yang konsekuwen, teori linguistik. Bila seorang ahli linguistik memusatkan perhatiannya khusus pada pendirian suatu teori, maka apa yang dikerjakannya boleh disebut linguistik teoritis. Banyak ahli linguistik bekerja dengan cara itu dengan mempertanggungjawabkan data dan bahan yang memperkuat teorinya. Misalnya, bila ia memberi uraian tentang rumpun bahasa semit, berarti ia pun telah siap dengan materi yang memuat kajian sistem bunyi, tatabahasa, dan sebagainya tentang bahasa-bahasa semit. Linguistik semacam ini disebut dengan linguistik teoritis.

Akan tetapi, linguistik dapat juga dimanfaatkan untuk memecahkan masalah prektis di luar linguistik itu sendiri. Misalnya, bagaimana mencari solusi kesulitan belajar bahasa Arab? Kesulitan itu sebagian tidak menyangkut bahasa, tetapi hal lain di luar bahasa seperti usia siswa, motivasi belajar, teknik pembelajaran dan sebagainya. Masalah semacam ini jelas termasuk ke dalam psikologi belajar, psikologi perkembangan dan paedagogik. Di pihak lain, ilmu linguistik pun dapat dipakai untuk memudahkan persoalan-persoalan tadi. Itu artinya, linguistik menjadi linguistik terapan, ilmu linguistik dan teori linguistik dikerjakan bukan demi teori itu sendiri, melainkan hanya sejauh menolong mengatasi masalah-masalah tadi. Jadi, linguistik terapan hanya berguna sejauh dapat memecahkan masalah praktis.

Buku Leksikologi Bahasa Arab, H.R. Taufiqurrochman, M.A.

REPORTED SPEECH AND SUBJUNCTIVE CLAUSE (STRUCTURE 2)



Reported Speech (Indirect Speech)
Reported speech is when you tell somebody else what you or a person said before. Distinction must be made between direct speech and reported speech.
Direct speech vs Reported speech:
Direct speech
Reported speech
She says: "I like tuna fish."
She says that she likes tuna fish.
She said: "I'm visiting Paris next weekend"
She said that she was visiting Paris the following weekend.
Different types of sentences
When you use reported speech, you either report :
A. Reporting Statements
When transforming statements, check whether you have to change:
·         pronouns
·         tense
·         place and time expression
1-      Pronouns
In reported speech, you often have to change the pronoun depending on who says what.
Example: She says, “My dad likes roast chicken.” – She says that her dad likes roast chicken.
2-      Tenses
·         If the sentence starts in the present, there is no backshift of tenses in reported speech.
·         If the sentence starts in the past, there is often backshift of tenses in reported speech.
No backshift : Do not change the tense if the introductory clause is in a present tense (e. g. He says). Note, however, that you might have to change the form of the present tense verb (3rd person singular).
Example:
He says, “I write poems.” – He says that he writes English.
Backshift  : You must change the tense if the introductory clause is in a past tense (e. g. He said).
Example:
He said, “I am happy.” – He said that he was happy.
3-      Place, demonstratives and time expressions
Place, demonstratives and time expressions change if the context of the reported statement (i.e. the location and/or the period of time) is different from that of the direct speech.
B. Reporting Questions
When transforming questions, check whether you have to change:
·        Pronouns
·        place and time expressions
·        tenses (backshift)
Also note that you have to:
·        transform the question into an indirect question
·        use the question word (where, when, what, how) or if / whether
C. Reporting requests / commands
When transforming requests and commands, check whether you have to change:
·         pronouns
·         place and time expressions
Example: She said, “Sit down." - She asked me to sit down.
D. Other transformations
·        Expressions of advice with must, should and ought are usually reported using advise / urge.
Example:
"You must read this book."
He advised / urged me to read that book.
·        The expression let’s is usually reported using suggest. In this case, there are two possibilities for reported speech: gerund or statement with should.
Example:
"Let’s go to the cinema."
1. He suggested going to the cinema.
2. He suggested that we should go to the cinema

Subjunctive
            Subjunctive such as :
1.       Form
Use the simple form of the verb. The simple form is the infinitive without the "to." The simple form of the verb "to go" is "go." The Subjunctive is only noticeable in certain forms and tenses.
2.       Use
The Subjunctive is used to emphasize urgency or importance. It is used after certain expressions (see below).
Examples:
·         I suggest that he study.
·         Is it essential that we be there?
·         Don’t recommended that you join the committee.
3.       Notice
The Subjunctive is only noticeable in certain forms and tenses. In the examples below, the Subjunctive is not noticeable in the you-form of the verb, but it is noticeable in the he-form of the verb.
Examples:
·         You try to study often. you-form of "try"
·         It is important that you try to study often. Subjunctive form of "try" looks the same.
·         He tries to study often. he-form of "try"
·         It is important that he try to study often. Subjunctive form of "try" is noticeable here.

Verbs Followed by the Subjunctive

The Subjunctive is used after the following verbs:
to advise (that)
to ask (that)
to command (that)
to demand (that)
to desire (that)
to insist (that)
to propose (that)
to recommend (that)
to request (that)
to suggest (that)
to urge                                                                                                                                        (that)

Examples:
  • Dr. Smith asked that Mark submit his research paper before the end of the month.
  • Donna requested Frank come to the party.
  • The teacher insists that her students be on time.