A
Drop of Water
Pada siang hari yang terik matahari
bersinar tinggi dilangit, mahasiswa-mahasiswi berhamburan keluar kelas dengan
raut wajah yang memelas seakan-akan melakukan aktivitas yang sangat melelahkan
tidak ada satupun ku lihat senyuman.dan akupun melangkahkan kakiku ke arah pendopo
berniat untuk mencari kesejukkan di teriknya matahari, seketika merasakan
embusan angin tiba-tiba kudengar suara teriakan yang sudah tidak asing lagi
memanggilku kutolehkan kepalaku kearah suara tersebut dan ternyata seseorang
yang sangat kukenali berlari kearah ku seolah-olah tidak rela aku pergi jauh
dari sisinya.
“Aduh
panas banget,pulang lagi yok” ucapnya merusak suasana lamunanku dan akupun
hanya diam membisu kembali merasakan sejuknya angin sepoi-sepoi. ”kau gak dengarin aku ya git”ucapnya lagi berusaha mengajakku untuk
meninggalkan tempat ini,tetapi aku membisu dan tetap duduk di pendopo yang
dilindungi pohon hijau menambah kesejukkan angin sepoi-sepoi. “Aku lelah pengen tidur,kita pulang sekarang”katanya
sambil mengeluh dan memasang wajah kelelahan. Aku hanya menatapnya tajam
bermaksud membuat dia diam tetapi tatapan tajam malah membuatnya semakin
mengeluh ingin pulang.
“Siniin
kunci motornya,biar aku yang bawa” ucapnya sambil menarik paksa tanganku
Dan akhirnya jurusnya ini berhasil membuat aku untuk pergi meninggalkan
kesejukan di tempat ini dan kamipun pergi sambil menahan teriknya matahari yang membakar kulit
untungnya saja tempat yang kami tuju tidak jauh dari kampus. “Panas kaliiii terbakar kulitkuuuuuuu”teriaknya menambah kekesalanku tetapi aku
hanya bisa diam mendengarkan keluhannya. “Kau
kenapa git, kok diam aja dari tadi” Tanyanya penasaran dengan diriku yang
daritadi hanya diam.
Sesampainya di kos kami langsung merebahkan
badan di tempat tidur dan kembali meratapi nasib anak kos ditanggal tua begitu
sangat menyedihkan kalau sudah memasuki tanggal 20 keatas serasa dunia tidak
berpihak kepada kami. Sesekali terdengar hembusan nafas panjang
yang membuat suasana menjadi sangat menyedihkan. Kalau sudah di tanggal ini
kami hanya bisa manahan selera untuk pergi keluar ya makanpun hanya nasi putih
dicampur dengan kecap beginilah keadaan anak kos diakhir bulan.
Aku beranjak meninggalkan kamar dan
bergerak menuju dapur berniat untuk melegakan tenggorokanku akupun mengambil
sebuah cangkir dan ternyata kulihat setetes airpun tidak ada tersisa. “ahhhhhh” Kesalku sambil menghentakan
cangkir yang berada ditanganku. Dan akupun meninggalkan dapur
dengan penuh kekesalan Kemudian aku terfikir untuk
meminta segelas air kepada senior dan aku pun memberanikan diri untuk mengetuk
pintunya.
Tetapi aku berfikir dua kali untuk
memintanya karena aku dan senior tidak terlalu dekat, setelah lama berdiri di
depan pintu akupun memutuskan untuk meminta kepada mereka
“Tok,Tokk,Tokk”.Kuketuk pintunya dengan rasa segan. tetapi sangat lama mereka membukakan
pintuya kalau tidak berfikir untuk melegakkan tenggorakanku aku tidak ingin
merepotkan orang lain tetapi tenggorakan memaksaku tetap mengetuk pintu untuk
meminta air minum.
Setelah pintu terbuka aku melihat
wajahnya penuh kesal karena aku telah mengganggu tidurnya. ”Kak,boleh minta air minumnya?” Dengan penuh rasa segan aku
bertanya “Air
minum habis, ganggu tidur aja pun!” jawabnya ketus. Dan setelah itu dia menghempaskan pintu
dengan keras, Ingin sekali aku berteriak dan memarahinya tetapi karena rasa
segan aku pun hanya mengela nafas dan kembali ke kamarku.
“Kau kenapa dari tadi murung terus
kulihat?”
tanya anne penasaran. “Aku
haus air minum kita habis”jawabku singkat.
Diapun hanya terdiam karena memang bulan ini keadaan kami sangat memilukan.
“Kau punya duit lagi gak?”Tanyaku
dengan pasrah. “Aduh
gak ada lagi duitku loh,tapi ditabunganku ada kayanya receh,tunggu kulihat
dulu”Ucapnya sambil bangkit dari tempat tidur. Diapun
mengambil celengan kaleng yang berada diatas lemari dan mulai membongkarnya
kamipun mulai menghitung recehan yang ada di celengan.
Terkumpullah uang untuk membeli
sebotol air mineral, kamipun bergegas ke warung untuk membeli AQUA dan
sesaampainya di warung dengan semangat kami mengambil AQUA tanpa berfikir panjang langsung meminumnya lega sudah tenggorokan ini dan kamipun
langsung kekasir untuk membayar. Tiba-tiba suara rintik hujan jatuh dari
langit dan aku langsung berjalan meninggalkan warung melihat air hujan sangat
deras. “Yahhhh, kayak mana mau pulang ini”Ucapku
penuh kesal
Annepun hanya terdiam melihat hujan
sangat deras “Aku pun tidak tahu”Jawabnya pasrah Kenapa harus sesial ini kami ucapku dalam
hati, kami berdiri seperti orang bodoh menunggu hujan, Ingin rasanya teriak
meluapkan segala kekesalanku tetapi sangat banyak orang sehingga aku hanya
berteriak dalam hati “Lama kali hujannya reda”Ucap seseorang yang
juga sedang menunggu hujan. Anne mengajak pulang dan menerobos hujan
itu.
Seketika sampai dirumah, kami
pun mulai tertawa karna hari yang begitu menyedihkan ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar